Monday, November 21, 2011

Separuh Nafasnya Hilang

Bagai Guruh Merentap Ketenangan Hati
Debaran Didada Terdengar Dentuman
Bagai Melihat Kilat Dilangit
Takut Terasa Dihati
Bimbang Terkena Panahan Petir

Begitulah Juga...
Tatkala Kasih Menghilang
Tatkala Cinta Terbuang
Tatkala Terputus Dipertengahan
Tatkala Impian Kecundang
Tatkala Hati Terhempas Berderai
Tatkala Langkah Terhenti...
Tatkala Nafas Seakan Hilang
Tatkala Air Mata Tiada Henti

Merobek Hati Yang Belumpun Sembuh Lukanya

Impian Diberi Setinggi-Tinggi
Namun Dimusnah Sekelip Mata
Cinta tulus Suci Bagai Tiada Harga
Merana Hati... Jiwa Terluka

Bagai Separuh Nafasnya Hilang
Bagai Setengah Hidupnya Hilang
Bagai Seperaruh Impiannya Musnah
Relakah Kakinya Melangkah?
Mampukah Ia Mengumpul Kekuatan
Redhakah Ia akan Segalanya
Meniti Hari-Hari Yang Tiada Lagi Cerianya
Menjalani Hidup Dengan Memori Segala

Biar Segalanya Ternampak Biasa
Namun Tahukah Hatinya?
Tahukah Akan Perasaannya?
Mengertikah Akan Jiwanya?
Fahamkah Atau Penderitaan dan Kekecewaannya?


Namun Harinya Harus Diteruskan
Bersama Doa dan Petunjuk DariNya..
Agar Impian Dan Harapannya Terus Ada
Setelah Kembali KeJalan BenarNya...
Moga Harapan Yang Diletak..
Masih ada... Biarpun Setipisnya...

Hati Itu Tetapkan Sabar..
Menjalani Dugaan Dari Tuhannya...
Yang Maha Esa...

No comments:

Lisan Lidah dan Lisan berjari

Assalamualaikum wbt salam jumaat penuh barakah.. kita diminta menjaga lisan kita... bahya lidah nie ibarat pedang yang tajam.. walau ha...